Senin, 13 Maret 2017

Bimbingan Tausyah Aa Gym

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., tiada yang kuasa menandingi keagungan-Nya. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya serta mencukupi rezeki seluruh makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh, baginda nabi Muhammad Saw.

Rosululloh Saw. bersabda, “Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan, kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.” (HR. Bukhori).

Menjadi santri harus selalu jujur, baik dalam setiap perkataan dan perbuatan. Mengapa masih banyak orang yang tidak jujur, padahal mereka tahu akan artinya kejujuran di sisi Allah S.W.T

Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini tidak yakin kepada Alloh. Tidak yakin kepada Dzat yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sehingga ia berani berbuat tidak jujur.

Padahal kejujuran adalah bukti kemuliaan seseorang. Kejujuran adalah cermin dari kebeningan hati. Orang yang selalu berusaha jujur di dalam hidupnya baik dalam niat, ucapan dan perbuatan, bisa dipastikan memiliki moral yang baik dan akhlak mulia. Bahkan, di dalam Al Quran disebutkan bahwa Allah akan menyandingkan orang-orang jujur dengan para nabi, para syahid dan orang-orang sholeh.

Alloh Swt. berfirman, “Barangsiapa taat kepada Alloh dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Alloh : yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh..” (QS. An Nisaa [4] : 69).

Siapapun menyukai kejujuran. Seorang atasan akan suka pada karyawannya yang jujur. Rakyat akan cinta pada pemimpinnya yang jujur. Seorang suami atau istri akan sayang kepada pasangannya yang jujur. Pembeli akan senang kepada pedagang yang jujur. Fitrah manusia itu mencintai kejujuran.

Hal yang sangat berharga sebagai buah dari kejujuran adalah rasa tenang. Padahal ketenangan adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan materi. Apa gunanya harta kekayaan yang berlimpah jika berasal dari ketidakjujuran. Yang akan lahir hanyalah resah dan gelisah, takut jika sumber kekayaannya terbongkar. Sedangkan jika rasa resah dan gelisah sudah ada di dalam hati, maka rumah yang luas pun hanya akan terasa bagai penjara. Hati terasa sempit.

Sebaliknya, orang yang jujur selalu tenang, karena yang ia genggam adalah embun kebenaran, bukan bara ketidakjujuran. Ketenangan mengantarkan pada kebahagiaan. Meskipun hidup alakadarnya, orang yang jujur akan senantiasa diliputi rasa tenang dan kebahagiaan. Rumah yang sederhana terasa luas, dengan jiwa yang lapang dan hati yang tentram.

Rosululloh Saw. bersabda, “..maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah keraguan..” (HR. Turmudzi).

Rosululloh Saw. juga bersabda, “..Janganlah kalian berdusta, karena dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Oleh sebab itu, marilah kita berlomba-lomba menjadi pribadi-pribadi yang jujur. Demi Alloh, kejujuran adalah jalan menuju keberuntungan. Kejujuran adalah jalan menuju kemuliaan sejati. Kejujuran ciri dari tauhid yang kuat dan keyakinan yang lurus kepada Alloh Swt.

"Orang yang JUJUR pasti akan MUJUR dan MAKMUR".

Orang yang TIDAK JUJUR akan "HANCUR" dan "BABAK BELUR".

Wallohua’lam bishowab.



Kerapihan dalam berbaris

Jumat, 11 Agustus 2017

rapih dan teratur More

Di Mana Dicari ‘Pemuda Kahfi’?

Rabu, 02 September 2015

Adakah pemuda bermental seperti para pemuda Kahfi itu? Jika ada, di manakah ia kini? Insya Allah, para ‘pemuda Kahfi’ akan selalu terlahir di setiap zaman. More

Asiknya Bermain Sambil Belajar

Sabtu, 28 Januari 2017

Pembelajaran di luar kelas More

Tubuh Sehat Jiwa Bahagia

Jumat, 24 Februari 2017

SENAM PAGI DI SMP DTBS PUTRA More



© 2015 SMP DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL. All rights reserved.