Minggu, 18 Februari 2018

Pengaruh Keshalehan Orang Tua Terhadap Keshalehan Anak

Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya shaleh. Ketika anak terlahir ke dunia, orang tua biasanya meminta kepada tamu atau sanak keluarga yang datang agar mendoakan anak jadinya anak yang sholeh, bukan permintaan doa jadi presiden, gubernur, dokter, pengusaha atau yang lainnya. Karena kebahagiaan hakiki orang tua terhadap anaknya adalah tatkala melihat anaknya sholeh. Orang tua pasti sudah berhasil jadi gubernur, dokter, pengusaha, dan sebagainya sebagainya. Kalo kebahagiaan itu ternyata kebahagiaan semu jika suksesnya tidak dibarengi dengan kesholehan. Tentang kebahagiaan seorang hamba Rasulullah bersabda

اربع من سعادة المرء أن تكون زوجته صالحة وأولاده أبرارا وخلطائه صالحين وأن يكون رزقه فى بلده   رواه الديلمى

"Empat perkara yang merupakan kebahagiaan seseorang, yaitu: pasangan hidup yang sholih, anak- anak yang baik / berbakti, teman-teman orang-orang yang sholeh dan rizkinya di negerinya sendiri. "(HR Dailami)

 

Dalam hadis lain Rasulullah jelasuhnya derajat orang tua di surga keshalehan anak, hal ini menunjukkan betapa beruntungnya orang tua yang memiliki anak yang sholeh

إن الله ليرفع الدرجة للعبد الصالح في الجنة فيقول يا رب أنى لي هذه? فيقول باستغفار ولدك لك

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorng hamba yang sholeh di surga. Kemudian hamba itu bertanya: Ya Allah dari mana saya bertiga ini? Maka Allah menjawab: akibat permohonan ampun anakmu. (HR Ahmad)

 

Orang tua tua akan sangat sedih saat melihat anaknya tidak sholeh. Anak yang tidak sholeh merupakan siksaan batin bagi orang tuanya. Bahkan di akhirat kelak pun bisa jadi mencelakakan kedua orang tuanya.

 

Oleh karena itu, harus berusaha keras agar anak yang sholeh jika tidak ingin sengsara di kemudian hari. Lalu bagaimana caranya, karena sama sekali orang tua yang gagal buat anaknya sholeh. Sudah cukup banyak cara yang dilakukan bahkan menyekolahkan anak di sekolah elit yang bayarannya mahal, seperti sekolah islam terpadu yang lingkungannya diciptakan rupa rupa anak terkondisikan menjadi anak yang sholeh.

 

Banyak orang tua yang beranggapan hanya dengan menyekolahkan di tempat yang baik dan bayarannya mahal sudah cukup akan dituliskan anaknya sholeh. Sekolah diibaratkan mesin yang bisa merubah anak yang tidak sholeh bisa menjadi sholeh. Begitu waktu anak pulang ke rumah anak harus sudah sholeh. Orang tua merasa sudah bayar mahal pihak sekolah untuk mendidik anaknya, sehingga orang tua merasa tidak perlu juga dalam bahasa arab. .......... Cinta kesholehan orang tuapun sangat mempengaruhi terhadap kesholehan anak.

 

Kalau kita ingin anak kita sholeh, maka kita pun menjadi orang tua harus sholeh terlebih dahulu. Bagaimana mungkin anak kita mau sholeh sementara kita sendiri tidak sholeh. Orang tua harus menjadi teladan kesholehan untuk anak. Maka perbanyaklah amal sholeh agar anak kita jadi anak yang sholeh. Karena k esholehan orang tua itu membawa pengaruh besar terhadap pembinaan jiwa anak. Kalau kita sudah sholeh, maka Allah akan menjaga anak kita dari godaan syetan, jadi anak batin condong untuk menjadi sholeh. Sa'id al-Musayyab, ulama tabi'in popularitas sampai kata "Setiap kali saya shalat dan teringat anak saya, saya bertambah semangat untuk memperbanyak shalat. Sebab ada riwayat yang suka Allah swt.(Suwaid, Cara Nabi Mendidik Anak: 26)

 

Hal ini disampaikan dikisahkan oleh Allah dalam QS al-Kahfi ayat 82, yaitu Allah menjaga dua orang anak yatim tiada lain yang kesholehan kedua orang tuanya. Bersihkan jarak antara dua anak yatim dengan orang tuanya adalah tujuh generasi (Tafsir Ibnu Katsir III: 105). Jadi orang tua yang sholeh, maka keturunannya akan dijaga oleh Allah sampai tujuh turunan.

 

وأما الجدار فكان لغلامين يتيمين في المدينة وكان تحته كنز لهما وكان أبوهما صالحا فأراد ربك أن يبلغا أشدهما ويستخرجا كنزهما رحمة من ربك

Seperti Dinding rumah Apakah kepunyaan doa orangutan anak yatim di kota ITU, dan DI bawahnya ADA harta benda simpanan Bagi mereka Berdua, sedang gempa Apakah seorang yang saleh , Maka Tuhanmu menghendaki agar Supaya mereka Sampai ditunjukan kepada kedewasaannya Dan dikeluarkan simpanannya ITU, sebagai rahmat Dari Tuhanmu (QS Al Kahfi: 82)

Mengenai ayat ini Imam Ibnu Katsir menjelaskan

وقوله "وكان أبوهما صالحا" فيه دليل على أن الرجل الصالح يحفظ في ذريته وتشمل بركة عبادته لهم في الدنيا والآخرة بشفاعته فيهم ورفع درجتهم إلى أعلى درجة في الجنة لتقر عينه بهم كما جاء في القرآن ووردت به السنة

Dan firman Allah "sedang sedang menjadi seorang yang saleh", ini menjadi dalil seseorang yang sholeh itu akan dijaga keturunannya, dan barakah ibadahnya akan masuk mereka (anak keturunannya) di dunia dan di akhirat dengan melalui syafa'atnya untuk mereka [mereka dengan tingkat yang paling tinggi di surga saja menyenangkan hati dengan mereka bersamanya di surga berikan keterangan yang ada di dalam al-Quran dan al-sunnah. (Ibnu Katsir III: 105)

 

Hal ini tentunya dibarengi juga dengan ikhtiar ikut mendidik dan membimbing mereka dengan komunikasi yang baik, arahan yang baik, menawar rizki yang baik dan lain sebagainya.

Allah akan mengumpulkan orang yang sholeh dicintai anak keturunannya di surga, meski amal sholeh anak keturunannya di bawah kesholehan orang tuanya.

 

والذين آمنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka ikut mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.  (QS ath-Thur: 21)

 

Maka yang paling harus dikhawatirkan oleh orang tua tentang anaknya adalah bagaimana kalau anaknya tidak sholeh. Orang tua tidak perlu terlalu khawatir tentang pekerjaan nanti, bagaimana rizkinya nanti, bagaimana kehidupannya nanti. Karena kalau anak kita sudah sholeh, mau jadi apa pun dia, maka Allah lah yang akan menjamin segalanya, Allah yang akan menjaganya, Allah yang akan memenuhi segala kebutuhannya  

Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS al-'Araf: 196)

 

Wallaahu A'lam bish Shawaab

Abu Faqih (Guru SMP DTBS Putra)



Seri Keluarga Muslim More

AA Gym - Keutamaan Waktu

Rabu, 03 Februari 2016

Waktu yang kita miliki jatahnya sama 24 jam. Ada orang yang dengan jatah waktu tersebut mampu mengurus negara, namun ada juga yang dengan jatah waktu tersebut mengurus diri sendiri saja tidak mampu More

Pakaian santri sehari-hari More

Bimbingan Tausyah Aa Gym

Senin, 13 Maret 2017

"KEJUJURAN" More



© 2015 SMP DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL. All rights reserved.