Rabu, 13 Juni 2018

APABILA HARI IED BERTEPATAN DENGAN HARI JUMAT

Iedul Fithri 1 syawal 1439 H bertepatan dengan hari Jum’at 15 Juni 2018. Mengenai hari raya Ied yang bertepatan dengan hari Jumat sebenarnya sudah pernah terjadi di zaman Rasulullah . Lalu bagaimana pelaksanaan shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari raya Ied ? berikut adalah penjelasannya

 

عَنْ إِيَاسِ بْنِ أَبِي رَمْلَةَ الشَّامِيِّ قَالَ : شَهِدْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ وَهُوَ يَسْأَلُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ, قَالَ : أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ ؟ قَالَ : نَعَمْ. قَالَ : فَكَيْفَ صَنَعَ ؟ قَالَ : صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ, فَقَالَ : مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ

Dari Iyas bin Abu Ramlah Asy-Syaami, ia berkata, "Saya pernah menyaksikan Muawiyah bin Abu Sufyan sedang bertanya kepada Zaid bin Arqam, ia berkata, "Apakah anda pernah menyaksikan bersama Rasulullah dua hari raya bertepatan dalam satu hari? "Jawabnya, "Ya." Muawiyah berkata, "Bagaimanakah beliau melakukannya?" Jawabnya, 'Beliau mengerjakan shalat led, lalu memberi keringanan dalam shalat Jum 'at. " Lalu beliau bersabda, "Barangsiapa yang mau shalat (Jum 'at), maka hendaknya ia mengerjakannya" (HR Abu Daud No. 1.070 Kitab al-Shalat Bab Idzaa Wafaqa  Yaumu al-Jum’ah Yauma ‘Idin, Nasai No. 1.587 Kitab Shalat al-‘Idain Bab al-Rukhshati fi al-Takhallufi ‘an al-Jum’ati Liman Syahida al-‘Ida, Ibnu Majah No. 1.310 Kitab Iqamati al-Shalat Bab Ma Ja’a Fiimaa Idza Ijtama’a al-‘Idaani fii Yaumin)

 Mengenai maksud hadis ini, beberapa ulama memberikan penjelasan :

a.       Imam Asy-Syaukani

فِيهِ أَنَّ صَلَاةَ الْجُمُعَةِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ يَجُوزُ تَرْكُهَا

Dalam hadis ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at pada hari ied boleh ditinggalkan (Nailul Authar III : 294)

b.      Imam Ash-Shan’ani

وَالْحَدِيثُ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ صَلَاةَ الْجُمُعَةِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِيدِ تَصِيرُ رُخْصَةً يَجُوزُ فِعْلُهَا وَتَرْكُهَا, وَهُوَ خَاصٌّ بِمَنْ صَلَّى الْعِيدَ دُونَ مَنْ لَمْ يُصَلِّهَا

Hadis ini menjadi dalil bahwa shalat Jum’at setelah melaksanakan shalat ied menjadi rukhshah, boleh dikerjakan boleh ditinggalkan, hal ini khusus bagi orang yang melaksanakan shalat ied, bukan bagi orang yang tidak melaksanakan shalat ied (Subulus Salam II : 112)

c.       Imam Abdurrahman al-Bassam

في الحديث دِلَاَلةٌ عَلَى أَنَّهُ إذا اجْتَمَعَ العِيدُ وَالجُمْعَةُ في يَوْمٍ وَاحِدٍ، فإنَّه يجوزُ لمْن صَلَّى صَلاةَ العِيدِ، ألَا يُصَلِّي صَلاةَ الجُمْعَةِ

Dalam hadis ini menunjukkan bahwa apabila Ied dan Jum’at berkumpul pada satu hari, maka sesungguhnya boleh bagi orang yang shalat ied untuk tidak melaksanakan shalat jum’ah (Taudhihul Ahkam II : 196)

 

Berdasarkan penjelasan para ulama di atas, maka shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari Ied menjadi tidak wajib, artinya shalat Jum’at boleh tidak dilaksanakan. Akan tetapi hal ini khusus bagi orang yang melaksanakan shalat Ied pada pagi harinya. Adapun bagi orang yang tidak melaksanakan shalat Ied di pagi harinya, maka shalat Jum’at tetap wajib untuk dilaksanakan.

Di dalam hadis lain dijelaskan

عَنْ ابنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ  :اجْتَمَعَ عِيدَانِ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dari Ibnu Abbas RA, dari Rasulullah , bahwasanya beliau bersabda, "Telah berkumpul dua hari raya pada harimu ini (Jum 'at), barangsiapa yang ingin, maka shalat di hari rayanya ini sudah mencukupi shalat Jum'atnya. Namun kami akan tetap mengerjakan shalat Jum'at in sya Allah. (HR Abu Daud No. 1.073 Kitab al-Shalat Bab Idzaa Wafaqa  Yaumu al-Jum’ah Yauma ‘Idin, Ibnu Majah No. 1.311 Kitab Iqamati al-Shalat Bab Ma Ja’a Fiimaa Idza Ijtama’a al-‘Idaani fii Yaumin)

Dalam hadis ini Rasulullah menyampaikan bahwa shalat ied sudah mencukupi shalat Jum’at, karena sama-sama shalat hari raya, jumlah rakaatnya sama, bacaannya sama-sama dibaca jahar, sama-sama ada khutbahnya. Maka dengan mengerjakan salah satunya sudah mencukupi. Akan tetapi meskipun Rasulullah telah melaksanakan shalat Ied, beliau tetap melaksanakan shalat Jum’at. Karena Rasulullah bertugas sebagai imam/khatib shalat Jum’at. Berdasarkan hadis ini, maka seorang imam/khatib shalat jum’at tetap diharuskan untuk melaksanakan shalat Jum’at agar orang yang tidak shalat ied pada pagi harinya bisa melaksanakan kewajiban shalat Jum’at. Hadis ini juga menjadi dalil bahwa melaksanakan shalat jum’at itu lebih utama daripada tidak mengerjakannya (sunat). Hanya saja jika ada orang yang sudah shalat Ied kemudian tidak shalat Jum’at, maka kita tidak boleh mencelanya karena sudah dibolehkan oleh Nabi.

 

Apakah orang yang mendapat rukhshah tidak shalat Jum’at wajib melaksanakan shalat Dzuhur ?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Pendapat pertama, shalat dzuhur tetap wajib. Alasan-alasan dari pendapat ini

a.       Hadis riwayat Abu Daud dari ‘Atha bahwa Ibnu Zubair pernah tidak keluar untuk melaksanakan shalat Jum’at, kemudian masyarakat shalat sendiri-sendiri. Kata Ibnu Abbas itu sudah sesuai sunnah. Shalat di sini maksudnya adalah shalat dzuhur, tidak mungkin shalat Jum’at karena ijma telah menetapkan bahwa shalat Jum’at iu harus dilaksanakan secara berjama’ah, tidak boleh sendiri-sendiri. Hadis tersebut adalah sebagai berikut

1.  عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ صَلَّى بِنَا ابْنُ الزُّبَيْرِ فِي يَوْمِ عِيدٍ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ أَوَّلَ النَّهَارِ ثُمَّ رُحْنَا إِلَى الْجُمُعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْنَا فَصَلَّيْنَا وُحْدَانًا وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِالطَّائِفِ فَلَمَّا قَدِمَ ذَكَرْنَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ أَصَابَ السُّنَّةَ

Dari Atha' bin Abu Rabah, ia berkata, "Ibnu Zubair pernah mengerjakan shalat bersama kami pada hari raya di hari Jum 'at, di awal hari (pagi), kemudian kami pergi shalat Jum'at, namun ia tidak keluar kepada kami, maka kami shalat sendiri-sendiri. Ibnu Abbas waktu itu sedang berada di Tha'if. Setelah datang, kami sampaikan hal itu kepadanya, maka ia berkata, "Dia telah sesuai sunnah.  (HR Abu Daud No. 1.071 Kitab al-Shalat Bab Idzaa Wafaqa  Yaumu al-Jum’ah Yauma ‘Idin)

b.      Perkataan ‘Atha bahwa Ibnu Zubair tidak melaksanakan shalat Jum’at bukan berarti bahwa beliau tidak shalat dzuhur di rumahnya, kemungkinan beliau shalat dzuhur di rumahnya (Subulussalam II : 113)

c.       Asal kewajiban pada hari Jum’at adalah shalat Dzuhur, kewajiban shalat Jum’at datang kemudian. Maka ketika shalat Jum’at tidak dilaksanakan, kembali ke asal yaitu shalat Dzuhur

Pendapat kedua, tidak ada shalat Dzuhur. Alasan-alasan dari pendapat ini

a.       Kisah Ibnu Zubair yang tidak melaksanakan shalat apapun setelah shalat Ied sampai shalat Ashar

قَالَ عَطَاءٌ اجْتَمَعَ يَوْمُ جُمُعَةٍ وَيَوْمُ فِطْرٍ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ  :عِيدَانِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ

Dari Atha, ia berkata, Pernah bertepatan hari Jum 'at dan hari raya pada masa Ibnu Zubair, lalu ia berkata : Dua hari raya terjadi dalam satu hari, maka ia mengumpulkan keduanya, beliau mengerjakan shalat untuk keduanya dua rakaat di pagi hari, tidak menambah dari dua rakaat, sehingga beliau mengerjakan shalat Ashar. (HR Abu Daud No. 1.072 Kitab al-Shalat Bab Idzaa Wafaqa  Yaumu al-Jum’ah Yauma ‘Idin)

 

Hadis ini sangat jelas, kalimat bahwa Ibnu Zubair tidak menambah dari rakaat shalat Ied sampai shalat Ashar menunjukkan bahwa beliau tidak melaksanakan shalat apa pun termasuk Dzuhur.

b.      Pokok asal yang wajib pada hari Jum’at adalah shalat Jum’at bukan Dzuhur. Ketika shalat Jum’at tidak ada, maka tidak ada shalat Dzuhur

Penulis lebih cenderung kepada pendapat kedua karena lebih berpegang kepada dalil yang dzahir. Akan tetapi supaya aman, maka keluar dari perselisihan adalah lebih baik. yaitu lebih baik melaksanakan shalat Jum’at, karena baik menurut pihak pertama maupun pihak kedua shalat Jum’at adalah tetap lebih utama.

Wallaahu a’lam bishshawwaab.

 

Abu Faqih



Asiknya Bermain Sambil Belajar

Sabtu, 28 Januari 2017

Pembelajaran di luar kelas More

solat More

Hari Ied Bertepatan dengan Hari Jum'at More

Seri Keluarga Muslim More



© 2015 SMP DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL. All rights reserved.