Kamis, 26 Juli 2018

Gerakan Literasi Sekolah

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.Berbagai informasi bisa kita dapatkan dari membaca buku, baik buku langsung atau lewat Daring di gawai. SMP DTBS Putra, melaksanakan kegiatan literasi sekolah pada awal tahun pembelajaran 2018/2019.  "SMP DTBS Putra mengambil program literasi dasar, karena kita baru akan memulai gerakan literasi sekolah tahun ini," ungkap Rizki Zakaria selaku ketua Eco Literasi. Berdasarkan pengertiannya bahwa, "Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam literasi dasar, kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasar pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi."
Beberapa program kegiatan GLS di SMP DTBS PUTRA, yaitu :
1. Kegiatan baca rutin (Rabu, Kamis,Jumat)
2. Kegiatan presentasi (Selasa)
3. Buku jurnal baca
4. Pojok Baca di kelas
5. Lingkungan kaya teks
6. Pohon literasi
Kegiatan literasi di tahap pembiasaan meliputi dua jenis kegiatan membaca  untuk kesenangan, yakni membaca dalam hati dan membacakan nyaring oleh guru. Secara umum, kedua kegiatan membaca  memiliki tujuan, antara lain:
a. meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran;
b. meningkatkan kemampuan memahami bacaan; c. meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik; dan d. menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.
Kedua kegiatan membaca ini didukung oleh penumbuhan iklim literasi sekolah yang baik. Dalam tahap pembiasaan, iklim literasi sekolah diarahkan pada pengadaan dan pengembangan lingkungan fisik, seperti: a. buku-buku nonpelajaran (novel, kumpulan cerpen, buku ilmiah populer, majalah, komik, dsb.); b. sudut baca kelas untuk tempat koleksi bahan bacaan; dan c. poster-poster tentang motivasi pentingnya membaca.
Prinsip-prinsip kegiatan membaca di dalam tahap pembiasaan dipaparkan berikut ini.
a. Guru menetapkan waktu 15 menit membaca setiap hari selasa..
b. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran, yaitu buku kisah pahlwan islam.
c. Peserta didik mendapatkan kisah setiap minggunya.
d. Buku yang dibaca/dibacakan adalah kisah tentang kepahlawanan islami setiap tingkat
e. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini tidak diikuti oleh tugas-tugas yang bersifat tagihan/penilaian.
f. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh 8 Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama
diskusi informal tentang buku yang dibaca/dibacakan. Meskipun begitu, tanggapan peserta didik bersifat opsional dan tidak dinilai.
g. Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini berlangsung dalam suasana yang santai, tenang, dan menyenangkan. Suasana ini dapat dibangun melalui pengaturan tempat duduk, pencahayaan yang cukupterang dan nyaman untuk membaca, poster-poster tentang pentingnya membaca.
h. Dalam kegiatan membaca dalam hati, guru sebagai pendidik juga ikut membaca buku selama 15 menit.
Sumber : Buku Panduan Gerakan Literasi SMP























Masing-masing kelompok diberikan alat dan bahan membuat kreasi sate. Setelah mengikuti lomba membuat sate, para siswa juga mengikuti lomba poster, kabaret, dan yel-yel. More

PTS Semester Genap 2018

Kamis, 15 Maret 2018

SMP DTBS PUTRA More

In House Training 2017 More

Pengumuman Kelulusan Seleksi PPDB SMP DTBS Tahun Ajaran 2016-2017 periode seleksi 1 s.d. 6 Desember 2015 More



© 2015 SMP DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL. All rights reserved.