Rabu, 12 Agustus 2026

Merdeka Belajar bagi Para Santri: Menjadi Pembelajar yang Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak

Di era yang terus berkembang ini tentunya negara ini membutuh generasi yang cerdas juga memiliki akhlak mulia, kemampuan berpikir kritis, serta semangat untuk terus belajar. Sebagai seorang muslim membangun semangat belajar menjadi hal yang sangat penting demi kemajuan umat. Mencari ilmu itu wajib dari lahir sampai liang lahat. Semangat inilah yang menjadi dasar dari konsep Merdeka Belajar.  Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Namun, apakah Merdeka Belajar berarti belajar sesuka hati tanpa di kekang aturan? Bagi para santri, merdeka belajar justru berarti memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi diri dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan yang pastinya adab kepada guru-guru kita sendiri yang telah mengajarkan kita semua.

Makna dari merdeka belajar adalah cara yang dapat dilakukan guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa/santri untuk belajar secara aktif, kreatif, dan juga belajar secara mandiri. Dalam hal ini, belajar bukan sekadar menghafal rumus atau mengejar nilai yg tinggi, melainkan memahami ilmu, mengembangkan keterampilan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di pesantren, semangat merdeka belajar sebenarnya telah lama diterapkan. Santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan pembiasaan ibadah, musyawarah, berorganisasi, pengabdian, hingga kehidupan bersama di sekolah mau pun di asrama. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri. Khususnya di Daarut Tauhiid, Pendidikan karakter menjadi pondasi utamanya. Karakter yang dikembangkan Adalah karakter BAKU (Baik dan Kuat).

Dalam karakter BAIK terdapat beberapa kategori karakter yaitu: Ikhlas, Jujur dan Tawadhu

Dan dalam karakter KUAT terdapat kategori karakter berupa: Berani, didisplin dan Tangguh.

Penguatan karakter ini selalu ditanamkan dalam aktivitas sehari-hari santri. Tentunya dengan adanya penguatan karakter ini kuta akan menjadi insan yang lebih Merdeka. Kuat dalam setiap ujian yang ada, juga terbiasa dengan ketidaknyamanan.

Bagi santri, kebebasan belajar bukan berarti bebas dari disiplin. Justru disiplin Adalah kunci kesuksesan. Seorang santri dapat menerapkan Merdeka Belajar dengan berbagai cara, seperti:

1. Sering bertanya kepada ustaz atau guru apabila ada pelajaran yang belum dipahami.

2. Membiasakan membaca kitab, buku, maupun membuat karya tulis yang bermanfaat.

3. Berdiskusi dengan teman untuk memperdalam ilmu dan melatih kemampuan berpikir kritis.

4. Mengembangkan bakat melalui organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, atau perlombaan.

5. Memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana belajar, bukan hanya hiburan.

Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga pencari ilmu yang aktif di era saat ini.

Ilmu tanpa akhlak ibarat pohon tanpa buah. Oleh karena itu, Merdeka Belajar di lingkungan pesantren harus selalu disertai dengan adab. Santri diajarkan untuk menghormati guru, menghargai teman, menjaga kejujuran, dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut mengingatkan bahwa tujuan utama menuntut ilmu bukan hanya menjadi pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi orang lain.

Indonesia membutuhkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas sebagai Muslim. Santri memiliki bekal yang sangat kuat karena tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pendidikan agama dan pembentukan karakter. Melalui semangat Merdeka Belajar, santri dapat menjadi pribadi yang gemar membaca dan terus belajar sepanjang hidupnya.

Merdeka Belajar bukanlah kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan yang disertai tanggung jawab. Bagi para santri, Merdeka Belajar berarti memanfaatkan setiap kesempatan untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, mengembangkan potensi, serta mengamalkan ilmu demi kemaslahatan umat.

Sebagai santri, kita tidak hanya dipersiapkan untuk lulus dari sekolah atau pesantren, tetapi juga dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, marilah kita terus membaca, belajar, bertanya, berkarya, dan mengamalkan ilmu. Sebab santri yang merdeka dalam belajar adalah santri yang siap menerangi masa depan dengan ilmu dan cahaya iman. (Naufal Arfa Saverio)



Advery Shayan More

By Sora Yudistira More

By Ahmad Nur Husni Awabin More

Kiat Membina Persaudaraan

Minggu, 02 Agustus 2020

2B2L More



© 2023 smpdtbs All rights reserved.